Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel

Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel
Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel

Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel. kendaraan berangkutan berat seperti truk dan bus sering menggunakan mesin jenis diesel untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga saat berkendara karena mesin diesel mempunyai tenaga mesin lebih besar di banding tenaga mesin jenis konvensional.

Tapi dari hal di atas tidak menutup kemungkinan juga jika mesin diesel dapat dan sering digunakan untuk mobil-mobil kecil jenis penumpang seperti SUV bahkan MPV untuk memaksimalkan tenaga saat di kondisi jalan tidak mendukung. Dari perkembangan di dunia otomotif salah satu nya pada mesin diesel dimana sekarang sudah banyak sekali mobil yang bermesin diesel sudah di lengkapi dengan teknologi common rail.

Definisi Pengertian Common Rail pada mesin diesel

Sistem common rail pada mesin diesel adalah sebuah mekanisme penyaluran bahan bakar solar dari tanki ke dalam ruang bakar secara langsung, dengan bantuan perangkat elektronik sebagai pengontrol ukuran bahan bakar yang disuplai. Dengan kata lain, peran common rail pada mesin diesel sama seperti sistem EFI pada mesin konvensional.

sistem common rail mulai berkembang dari tahun 1960-an, saat itu prototype dari mekanisme common rail telah diciptakan oleh Robert Hubber dari Swiss. Namun penggunaannya pada kendaraan, pertama kali dimulai pada tahun 1990-an di Jepang. Saat itu perangkat sistem common rail baru dipakai pada mesin diesel di alat berat.

Namun semakin tahun ke tahun mekanisme common rail sudah mulai semakin disempurnakan dan di kembangkan oleh para insinyur developer kendaraan. Sehingga, perangkat sistem common rail bisa di gunakan pada mobil MPV sekalipun. Contoh mobil MPV yang menggunakan perangkat sistem common rail adalah mobil Chevrolet Spin 1.3 Diesel dan Ertiga Diesel.

Apa kelebihan common rail ?

  • Suplai bahan bakar lebih ideal karena dikontrol oleh common rail
  • Tenaga mesin lebih enteng
  • Emisi lebih ramah lingkungan
  • Suara mesin juga lebih tenang
  • Konsumsi bahan bakar lebih irit

Lalu Bagaimana Cara Kerja Mesin Diesel Common Rail ?

Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel
Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel

Dari penjelasan diatas, setidaknya anda sudah paham apa itu sistem common rail dan apa kelebihan sistem ini. Untuk anda yang masih penasaran tentang skema jara kerja common rail, mari kita bahas lebih dalam tentang cara kerja dan konstruksi sistem common rail.

Seperti yang dikatakan diawal, sistem common rail itu merupakan sistem EFInya mesin diesel. Artinya sistem ini berperan pada sektor suplai bahan bakar. Dimana pada skema konvensional, solar dari tanki akan disalurkan ke pompa tekanan tinggi.

Pompa tekanan tinggi ini tidak hanya sekedar menaikan tekanan solar. Pompa ini akan menaikan tekanan solar secara spontan dan pada timming tertentu. Bisa dikatakan, untuk mesin diesel konvensional 4 silinder maka ada 4 proses langkah pemompaan pada setiap silinder yang di pompa yang masing-masing akan bekerja secara bergantian sesuai timmingnya.

Sehingga kalau ada pertanyaan, bagaimana solar bisa mengabut pada injektor tipe konvensional ?

Jawabannya solar dapat mengabut karena ada peningkatan tekanan solar yang signifikan secara spontan. Dimana ujung injektor (nozle) sudah dibuat dengan lubang super kecil. Sehingga saat solar bertekanan tinggi berinteraksi dengan ujung nozle tersebut, maka solar akan mengabut.

Tapi pada sistem common rail sedikit berbeda. Dimana letak perbedaanya ?

Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel
Bahas Tuntas Definisi Common Rail, Kelebihan Common Rail, Dan Cara Kerja Common Rail Pada Mesin Diesel

Sistem common rail tetap memiliki pompa tekanan tinggi, namun fungsi pompa ini disederhanakan hanya untuk menaikan solar secara konstan. Artinya tidak seperti pompa tipe konvensional yang hanya akan menaikan tekanan solar saat mencapai timming, melainkan pompa common rail ini akan terus menekan solar untuk menjaga tekanan solar tetap tinggi (stabil).

Dan yang berbeda lagi, ada pada bagian injektor. Injektor pada sistem common rail dibuat normaly closem, artinya dalam kondisi off injektor akan tertutup rapat tanpa celah sedikitpun. Ketika timming pengapian tercapai, maka solenoid akan membuka nozle sehingga akan ada celah pada ujung injektor.

Hasilnya, solar yang sebelumnya sudah dalam kondisi full pressure otomatis keluar dengan kondisi terkabut karena lubang pada nozle yang dibuka soleniod ini juga cukup kecil.

Dan yang mengendalikan kapan solenoid terbuka, itu adalah ECU selaku otak atau processor utama dari sistem common rail.

Jadi, secara lebih sederhana Perbedaan mekanisme diesel konvensional dan diesel common rail ada pada metode penginjeksian solar. Dimana pada tipe konvensional, injekor dibuat agar tetap terbuka dan tekanan solar yang akan mengontrol. Sementara pada mekanisme common rail, tekanan solar dibuat tetap stabil dan injektor yang akan mengontrol.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.