Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic

Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic
Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic

Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic. Jika mesin mobil anda tipe matic untuk cara penggunaan memang lebih simple dari tipe jenis mesin konvensional, pasalnya hanya terdapat dua pedal yakni pedal gas dan pedal rem tanpa kopling. Sementara pedal kopling dihilangkan, itu akan lebih mudah dikendalikan menggunakan dua kaki kita.

Namun, walaupun mobil matic dalam penggunaannya sangat simple dan mudah akan tetetapi mobil matic juga disediakan tuas transmisi seperti mobil konvensional. Dan ternyata, masih banyak pemilik mobil matic yang belum benar-benar mengetahui dan memahami arti dari kode huruf dan angka pada tuas transmisi matic. Alasannya kode dalam perpindahan gigi ini berbeda dengan transmisi manual di mobil konvensional.

Oleh karena itu, mari kita bahas Tuntas mengenai arti kode-kode pada tuas transmisi matic tersebut beserta kegunaannya.

Kode Pada Transmisi Otomatis

Secara umum, anda akan menjumpai empat kode ini pada semua transmisi mobil matic (merk apapun) yakni P, R, N, D. Dibawah empat kode tersebut masih ada lagi, kalau ini kodenya berbeda-beda pada tiap mobil.

Misal untuk mobil Ertiga, ada kode 2 dan L dibawah D, pada Avanza juga sama tapi ada kode 3 disamping D, sementara untuk Chevrolet Spin hanya ada tombol M dibawah D.

Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic
Bahas Tuntas Semua Kode Di Tuas Transmisi Otomatis Mobil Matic

Lalu apa artinya semua kode-kode itu ? mari kita bahas secara jelas dan lengkap di bawah ini.

1. P (parking)

Kode P adalah singkatan dari Parking, atau arti dalam bahasa Indonesia ialah “Parkir”. Fungsi kode P ini adalah untuk mengunci roda mobil. Sehingga, meski kita memarkirkan mobil matic di jalanan menurun kalau posisi tuas ada di kode P maka mobil tidak akan berjalan dengan sendirinya sehingga pada mobil tipe matic ini tidak tersedia rem tangan atau hand brake.

Saat menghentikan kendaraan/memarkir kendaraan kita wajib memposisikan tuas transmisi ke posisi P agar roda mobil dalam keadaan terkunci. Pada posisi ini putaran mesin terputus ke roda sehingga meski kita menekan pedal gas, mobil tetap dalam keadaan diam.

2. R (reverse)

R adalah singkatak dari Reverse atau kalau diartikan “mundur”. Fungsinya jelas, digunakan untuk memundurkan kendaraan. Jadi kalau anda akan memundurkan kendaraan, tinggal posisikan tuas transmisi ke posisi kode R.

3. N (Netral)

Posisi Netral sebenarnya sama seperti P dimana putaran mesin terputus dengan roda. Namun pada posisi N, roda mobil tidak terkunci. Sehingga mobil masih bisa didorong.

Posisi N ini sering digunakan ketika mobil dalam keadaan mogok yang mengharuskan untuk didorong. Kalau posisi tuas masih di P, mobil tidak akan bisa didorong karena rodanya terkunci. Namun kalau ada di posisi N, roda mobil bebas sehingga bisa didorong.

4. D (drive)

Drive adalah perintah untuk menghubungkan putaran powertrain dari mesin ke roda. Sehingga ketika kita posisikan tuas ke D, maka mobil akan berjalan.

Posisi ini diambil ketika kita akan menjalankan kendaraan, saat sudah masuk posisi D maka kita tinggal tekan pedal gas saja untuk menentukan kecepatan mobil. saat mobil menaikan kecepatan nya perpindahan speed pada gigi akan diatur secara otomatis oleh mekanisme transmisi matic.

5. Kode 3, dan 2

Dibawah kode D biasanya ada angka, angka itu menunjukan kontrol manual speed gigi. Jadi kalau kita posisikan tuas ke angka 2 maka kita memerintahkan transmisi untuk berada di speed 2. Speed dua adalah range kecepatan mobil dari medium-high.

mobil matic umumnya hanya menggunakan kode 2 saja, tapi hanya beberapa mobil seperti mobil Avanza yang ada kode angka 3 disamping kode D. Arti dari simbol angka 2 dan 3 tersebut ialah angka 2 untuk medium speed, sementara angka 3 untuk speed high speed.

Untuk cara kerja nya memang hampir mirip dengan posisi kode D, tapi kalau di posisi kode D pada transmisi matic pengemudi bisa mengatur kecepatannya dari speed gigi dari low sampai ke high. Namun kalau kita pilih kode angka 2 maka pengaturan kecepatan mobil speed gigi hanya ada di medium sampai high (seperti transmisi manual)

Kode ini cocok untuk digunakan ketika kita sedang melintas di jalan Tol.

6. Kode L (low)

L adalah singkatan dari Low, artinya “rendah”. Rendah disini bisa diartikan sebagai low speed, jadi kalau kode angka 2 untuk medium-high berarti kode L untuk low-medium speed.

Kalau kita posisikan tuas transmisi ke posisi L, maka sama seperti kita mengemudikan mobil manual menggunakan gigi 1-2. Kode ini cocok diambil ketika kita sedang melintasi daerah pegunungan yang banyak tanjakannya.

7. Kode M (manual)

Beberapa mobil seperti mobil Chevrolet, hanya menyediakan kode M dibawah kode D. Artinya M itu “mode manual”. Jadi kalau kita posisikan tuas ke M maka sama seperti mobil manual atau konvensional yang ada speed giginya.

Sementara untuk memindahkan gigi 1 ke dua dan sebaliknya, dilakukan menggunakan tombol +/- yang ada di atas tuas transmisi.

8. Shift lock

Sebagai tambahan saja, ada satu lagi tombol namun ini bukan tombol elektronik melainkan sebuah mekanisme untuk mengunci perpindahan tuas gigi. Mekanisme ini disebut shift lock, tomolnya bisa anda temukan diarea atas tuas transmisi.

Fungsinya sebagai pengunci tuas transmisi sehingga kalau kita tidak tekan tombol shift lock maka tuas transmisi tidak mau dipindahkan. Namun tuas ini hanya berfungsi pada posisi P saja, artinya kalau kita akan memindahkan tuas transmisi dari N ke D tidak perlu menekan tombol shift lock.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.