Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat Pada Mobil Atau Motor

Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat. Masih banyak para pengemudi mobil yang belum paham tentang penggunaan lampu hazard secara tepat, Oleh karena banyak nya masih pengemudi mobil yang salah paham atau belum tepat dalam penggunaan nya dan menjadi kebiasaan menyalah gunakan penggunaan lampu hazard.

Contoh yang sering terjadi, seperti mengaktifkan lampu hazard saat hujan, saat melewati lorong gelap atau terowongan, saat bergerak lurus di persimpangan, saat touring atau konvoi dan masih banyak lagi kekurang tepataan dalam penggunaan lampu hazard.

Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat
Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat

Saya akan berbagi sedikit informasi agar kalian tidak salah lagi dalam menggunaan lampu hazard, perlu dipahami beberapa contoh penggunakan lampu hazard yang benar berikut ini.

Digunakan lampu Hazard adalah ketika terjadi situasi darurat di dalam atau luar mobil yang menyebabkan mobil harus segera menepi atau berhenti.

Digunakan ketika mobil mengalami malfungsi atau ada nya kesalahan atau kerusakan pada sistem mobil, yang menyebabkan kendaraan berjalan lebih lambat atau bahkan berhenti.

Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat
Tujuan Penggunaan Lampu Hazard Yang Tepat

Digunakan untuk memberitahu kendaraan di belakang atau sekitar jika ada gangguan yang terjadi pada jalan di depan atau sekitar. Seperti adanya kecelakaan, tanah longsor maupun pemberhentian arus lalu lintas mendadak di depan.

Digunakan ketika kendaraan terpaksa berjalan di luar jalan yang seharusnya.Digunakan saat mengemudi untuk hal yang bersifat darurat yang memerlukan perhatian lebih dari pengemudi lain dan meminta partisi nya untuk membuka jalan. Dinyalakan saat melakukan pengereman atau pemberhentian mendadak pada jalan raya, khususnya jalan tol.

Dinyalakan jika pada malam hari lampu belakang atau depan kendaraan tidak menyala.

Dinyalakan untuk truk atau bus yang berjalan lambat di jalan raya atau tol yang mungkin perlu perhatian lebih oleh kendaraan lain.

Digunakan saat mengemudi di daerah rawan bahaya (banjir, radiasi nuklir, lapangan penerbangan, jalan off road dan lainnya).

Digunakan saat kendaraan memungkinkan membahayakan kendaraan lain di jalan.

Dinyalakan untuk kendaraan derek yang sedang menderek suatu kendaraan maupun kendaraan yang sedang diderek.

Dinyalakan ketika memundurkan kendaraan di jalan raya.

Digunakan untuk kendaraan patroli, polisi, TNI, ambulans, pemadam kebakaran dan kendaraan darurat lainnya dalam menjalankan tugas.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.